Pages

12.14.2012

kita saling mema'afkan dalam diam
tidak sehat, tapi apa boleh buat

kita kembali (berpura-pura) melupakannya
meski tak pernah benar-benar bisa
kemudian sesekali mengungkitnya dalam canda, 
dan menertawakannya

tapi kita tak pernah bernar-benar mengucap ma'af, tidak pernah


_ SNBA _

Baca Kelanjutannya... »»  
H-25,

bermimpi adalah hal yang menyenangkan ,
merencanakan setiap langkah mencapainya pun tak kalah menyenangkan,
mulai meniti satu demi satu anak tangga mimpi itu, jauh lebih menyenangkan,
dibalik kesenangan kesenangan itu, ada Sang Penentu yang sedang menunggu untuk di rayu ,
jangan habiskan waktumu hanya untuk kesenangan mu,
sediakan waktu utama, untuk bercerita dan meminta padaNya

hasil dari setiap keringat yang kita habiskan untuk meniti anak tangga menggapai mimpi kita, di tentukan oleh Nya

SNBA, menjelang musim dingin
Baca Kelanjutannya... »»  

12.12.2012

5cm, aku dan....



5cm,

Selamat bernafas gratis kawan, dan keindahannya tidak untuk dibawa pulang, cukup disimpan didalam ingatan, bila rindu, pejamkan mata dan pusatkan fikiran, maka ia akan kembali terlihat dipandangan.

aku memilih (terpaksa memilih) duduk di kursi c1 urutan kedua dari atas, awalnya berharap untuk duduk di B1, tapi tak mengapa. menonton film ini sendiri, emang sudah diniatkan, segepok cemilan udah dimasukkan ke dalam ransel angry bird kesayangan. usai laporan wajib pada yang punya jiwa, meluncur bareng mumu dengan kecepatan rata-rata (rata-rata orang kalo kebelet).

aih, tak ingin bersikap dingin sebenarnya , pada tawaran seorang teman , tapi, aku memang ingin menyaksikan sendiri film ini, membuang penat sejenak, tidak terganggu dengan obrolan orang-orang.

5cm, dibuka dengan narasi tentang para tokoh , 5 orang sahabat, ah melemparku pada bayangan orang-orang yang begitu dekat, yang bisa dibilang sahabat, atau mungkin bukan sahabat, atau hanya temen nongkrong, atau mungkin teman semu, jika boleh dibilang demikian.

cerita awal tentang eratnya hubungan persahabatan, dimana hampir tidak ada sepekan pun waktu yang tidak dihabiskan bersama, kemudian membuat mereka merasa kalo mereka tidak punya teman lain selain mereka ber-5 saja, kejenuhan.

sampai disini aku kembali membayangkan wajah orang-orang disekitarku, kemudian mulai mengklasifikasi. aku  mungkin satu-satunya orang yang menganggap berat setiap hubungan pertemanan, karena hakikatnya aku gak suka sendirian, aku suka berada dikeramaian. mulai memilah-milah, memasukkan satu, dua nama kedalam kotak terpisah.


genta (salah satu dari mereka) akhirnya berkata, mungkin mereka butuh waktu untuk tidak saling berjumpa dulu, tidak telp, tidak sms, tidak berhubungan sama sekali dalam kurun waktu tertentu. 3 bulan, keputusan mereka kemudian.

aku kembali menyisir kehidupan pertemanan ku, mungkin ini juga perlu dilakukan pada sebagian teman yang terlalu dekat. memudahkan untuk menetapkan hati. apakah kita akan saling rindu bila jauh, atau kehidupan akan terasa sama saja, hanya rindu sejenak karena tak bisa berjumpa, kemudian pergi bersama tawa kita dengan teman-teman yang lain. dan aku belum merasakan rindu itu sampai kini, bahkan aku merasa lebih baik.

tak ingin jahat, tapi kata 'teman' harus lebih dimaknai dengan dalam, ia tak hanya orang yang sering kita jumpai, orang yang sering makan siang bareng, nonton bareng dan hal-hal bareng lainnya , it’s beyond. Ah , aku mungkin yang terlalu dramatic, melankolik, lebay kata generasi sekarang, santai aja, oppss sorry I can’t.

selama masa ‘perpisahan’ semuanya sibuk dengan dunianya masing-masing, mengejar mimpi masing-masing, yang mungkin sulit diraih saat mereka masih bersama, well , make sense.

That’s what I’m doing, casenya mungkin sedikit berbeda, mereka tidak berpisah karena konflik (like me), tapi mereka berpisah karena ingin memastikan mereka memang sahabat (in my opinion) selain karena ingin mencoba hal baru dalam  hubungan mereka yang ‘terlihat’ monoton.

Ah, sekali lagi mungkin aku yang terlalu menganggapnya berat, selalu melibatkan unsur hati dalam setiap pertemanan, sehingga membuat sayang, dan ketika sayang, memberikan dan menginginkan hal-hal yang berlebihan *tepok Jidat*


Pertemuan pertama di stasiun kereta, yah pelampiasan rindu, saling memeluk hangat.

Aku tak pernah merasa demikian pada mu, aneh.

Menginjak puncak mahameru, menjadi perjalan reuni atas 3 bulan perpisahan panjang.

Ah, film ini, memanjakan mata dengan keelokan bumi nusantara, membuat kita bangga jadi bagian dari negeri berlimpah pesona.

Aku kemudian jatuh cinta, pada danau yang mereka bilang, surganya mahameru. Membulatkan tekad, untuk setidaknya berada disana, sekali saja before my 30.

Mendaki, tidak pernah mudah memang, tapi disitu letak kelezatannya, ke_tidak_mudah_an. Begitu tiba di puncak, mereka dan aku (dibangku c1) merasa begitu dekat dengan Tuhan, meski kadang tidak perlu mendaki hanya untuk merasakan itu, tapi manusia lebih sering butuh yang tampak nyata untuk membuatnya ingat bahwa Tuhan memang dekat.


Tetesan air mata, saat member kesaksian didepang sangsaka, aihh, di pojok c1, ada tetesan air mata yang sama, kawan.


Film ini, mengajarkan ku, bahwa ya kita bukan teman. Kita hanya dua orang yang saling mengenal, membagi sekelumit hari  di masa perkuliahan, pekerjaan, dan hari-hari setelahnya, tidak ada yang special, meski dulu aku menganggapnya demikian.


Selamat bernafas gratis, sedikit penyesalan atas terbuangnya waktu percuma, tapi menyesali saja tidak akan membuat waktu kembali dan berulang. Sekarang, melangkah sendiri – sendiri adalah pilihan (ku) , bukan berarti membenci.

SNBA






Baca Kelanjutannya... »»  

11.26.2012

Samarinda yang mulai terbiasa

Samarinda yang mulai terbiasa

Pukul 07.00 pagi, jembatan kebanggan warga samarinda ini sudah bekerja ekstra berat, membiarkan tubuhnya dilewati sekian banyak kendaraan, baik beroda 2 hingga beroda 10 yang berebut untuk segera tiba di seberang. Jembatan Mahakam semakin menua belakangan ini. Saudara jauhnya yang baru beberapa tahun mulai beroperasi terlihat justru lebih santai , padahal umurnya jauh lebih muda. Entah apa yang menyebabkan warga Samarinda enggan melewati Jembatan Mahulu untuk menyeberang. Oh, mungkin akses jalan yang tak kunjung rampung, mungkin. 

Keriuhan pukul 07.00 pagi ini tidak akan surut hingga berakhirnya waktu dhuha. Ia hanya dapat berisitirahat beberapa jam, karena pukul 16.00 ia kembali dipaksa meluruskan punggungnya untuk dilewati mereka yang selesai beraktifitas di kota. Antrian yang jauh lebih panjang dari pagi hari, mengharuskan para Polantas turun tangan, meski tidak jarang malah menambah kemacetan. Suara klakson dari pengendara yang tidak memilki stok sabar melimpah, akan membuat antrian panjang ini terasa semakin menjengkelkan.  Seandainya diadakan survey tentang tingkat stress warga Samarinda yang harus melewati kemacetan ini setiap hari, mungkin hasilnya akan mencengangkan. 

Kota Samarinda sudah banyak berubah, begitupun warganya. Di sadari atau tidak, kita mulai terbiasa dengan banjir, dengan sampah dan dengan macet. Kita mulai beradaptasi dengan itu semua. Dan adaptasi ini membuat kita menjadi maklum. Hal ini berbahaya, karena bila kita sudah maklum maka tidak akan ada upaya untuk memperbaiki situasi ini. 

Rumah terasa lebih jauh kini, bukan karena jaraknya yang bertambah, tapi karena perhentian yang  tidak hanya di lampu merah. Hampir di setiap jalan utama terjadi penumpukan kendaraan. Belum lagi saat aliran listrik terputus, maka semrawutnya lalu lintas akan semakin menjadi. Pengalihan jalan tidak banyak membantu. 

Berita baiknya, sepertinya Samarinda  sudah pantas mendapat gelar Kota Metropolitan. Karakteristik kota Metropolitan satu persatu sudah mulai dipenuhi. Di awali dengan banyaknya pusat perbelanjaan, kemudian banjir, yang bahkan terjadi pada saat hujan rintik. Dan tentu saja yang terakhir macet.  

Lantas, apa yang harusnya kita lakukan sebagai upaya perbaikan?

Tidak harus berupa demo anarkis, cacian dan makian pada pemerintah yang terkesan lamban, cukup dengan menjadi warga yang cerdas dan kritis. Misalnya dengan tidak menabrak lampu merah, hal kecil memang, tapi ini bentuk kepedulian, tidak hanya pada keselamatan diri sendiri tapi juga orang lain. Dengan memaksimalkan jumlah penumpang untuk kendaraan pribadi, atau dengan naik kendaraan umum di waktu-waktu tertentu. Bicara soal kendaraan umum, peran pemerintah selaku pembuat dan pengambil kebijakan sangat penting, dengan memperbaiki sistem trayek angkutan kota misalnya, memberikan penyuluhan tentang pemeliharaan kendaraan, serta membuat peraturan tentang standar fasilitas yang harus dimiliki angkutan umum, yang akan menambah kenyamanan bagi pengguna, sehingga masyarakat tidak ragu untuk naik kendaraan umum. Bisa juga dilakukan dengan bekerjasama dengan juragan angkot untuk sistem pembayaran upah para sopir, agar pelayanan pada penumpang semakin baik.

Mengenai angkutan umum ini pun nantinya akan berkaitan dengan fasilitas jalan raya yang memadai. Bagaimana mungkin kenyamanan akan didapat bila fasilitas jalan raya dikerjakan sekenanya. Pemerintah seharusnya tidak lepas tangan atau melupakan monitoring dan evaluasi pada setiap proyek jalan. Contoh kecil bentuk ketidakpedulian kontraktor dan tidak adanya monitoring dari pemerintah adalah material pembuatan jalan yang ditempatkan di trotoar, bahkan sampai memenuhi sisi badan jalan. Hal ini sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan, dan juga menambah kemacetan. Selain itu , proses pengecoran dan pengaspalan yang dilakukan pada jam-jam sibuk, semakin membuat semrawut.

Masyarakatpun tidak seharusnya hanya diam dan terima jadi dengan pelayanan yang tidak nyaman ini. Contohnya tentang lampu lalu lintas yang sering tidak berfungsi. Sebagai masyarakat yang peduli, kita harusnya melaporkan ini pada dinas terkait, seperti polantas atau dinas perhubungan atau DLLAJ, agar segera diperbaiki.  

Semua pihak harus turut serta dalam perbaikan kota ini, agar kita semakin nyaman dan kota kita semakin layak huni. Tidak hanya menjadi kota metropolitan yang penuh sesak, tapi kota metropolitan yang rapi dan nyaman.

SNBA
Baca Kelanjutannya... »»  

11.25.2012

Allah yang akan memberi tahuku

memilih mungkin bukan hak wanita (kata sebagian orang), tapi menentukan ya atau tidak atas tawaran yang datang, tentu saja diperbolehkan. menjadi pemilih bukanlah kesalahan, terutama jika agama yang jadi patokan. tentu tidak ingiin berlayar dengan seorang yang bahkan tidak tahu mau pergi kemana bukan ?

Aku membiarkan kalian memberikan gelar dan penilaian, tapi aku tak apa dengan sebutan pemilih, karena aku hanya ingin berlayar dengan seorang nakhoda , meski tidak cakap, tapi mampu menentukan arah dan mengambilkan keputusan yang tepat saat bahtera diterjang badai dan ombak.

bagaimana kau akan tahu? Allah swt yang akan memberi tahuku.

selamat bernafas gratis ^^

SNBA

Baca Kelanjutannya... »»  

4.20.2012

Balik arahmu ...dan lihat keajaiban

Selamat bernafas gratis kawan, dan kesyukuran itu hendaknya berjumlah sama dengan setiap tarikan dan hembusan nafas kita

Puanasee poll…. Memulai sebuah tulisan dengan keluhan tentang cuaca adalah hal yang belum pernah kulakukan, ah aq tergoda oleh bujukan setan untuk mengeluh hari ini, astagfirullah. Sepanjang perjalanan pulang dari perpustakaan unmul , aq bermain-main dengan rasa ku. Berdialog dengan lubuk hati yang terdalam (cieehhh) tentang perasaan yang cepat sekali berubah warna hari ini dan hari-hari sebelumnya.

Kawan, jika kalian sering membaca note q (sape elooo…hahah), yah aq berhusnudzon kawan sekalian sering membaca, atau terpaksa membaca karena aku tanpa permisi nge tag kalian di note itu…heheheh (hampura nyak), nah di note q tentu kalian sedikit banyak tau , wanita manis seperti apakah diriku ini, karena aq tak pernah berdusta dalam note q. tipe yang sedikit dominan, banyak tertawa (semoga tidak mematikan hati ) , jarang terlihat sedih, meski terkadang sisi feminitas memaksa mengeluarkan kegundahan dalam jiwa dalam tulisan yang akhirnya terbaca oleh kalian. Semua note yang ku tulis adalah gambaran sayah seutuhnya, tak ditambah dan tak dikurang. Sehingga aku bias pastikan bahwa kaliansedikit banyak dapat membaca bahwa aku adalah pribadi yang …… berwarna terang J , kecuali warna kulit yang emang agak gelap atau aku lebih suka memakai kata “eksotik “…wkwkwkw.
Kembali soal perubahan rasa, aq memacu mumu dengan kecepatan yang tidak biasa..hanya 30km/jam. Aq sedang sedikit kecewa kawan.. kecewa karena cancellation. Kemudian teringat perkataan ku pada seorang teman lewas sms “ternyata hubungan dengan Tuhan itu jauh lebih sederhana dari pada dengan sesame manusia”. Yups, aq kembali mengamini kalimat q itu hari ini. Tapi kekecewaan q  Alhamdulillah hanya berlangsung kurang dari hitungan menit. J. Kok bisa???
Ya bisa lah, cara terbaik menghilangkan kekecewaan menurut saya, Sitti Nafsiah Binti Arsyad hanya dengan satu jurus jitu …heheheh. Apakah itu?

Kawan, menurut sayah (ini opini loh, bukan doktrin) saat anda sedang kecewa, berbaliklah kearah berlawanan. Maksud loh??? Yah kalo pas lagi kecewa dirimu menghadap utara, maka berbaliklah kearah selatan (tidak berlaku kalo kalian buta arah ya )

“terus jadi gak kecewa ??”

“tergantung, hahahahaha”

 atau simplenya ,kalo pas lagi kecewa lo ngadep ke muka gue,,,supaya lo gak kecewa lo punggungin deh gue….faham ??? bagus!

Kawan, kekecewaan adalah hal yang manusiawi, hewaniwi dan botaniwi…hahaha. Jadi jangan minder kalo pernah merasakan kekecewaan baik yang dalam maupun yang dangkal.

Kawan, membalikkan arah mu ke arah yang berbeda punya makna yang sangat dalam sebenarnya. Aq menyederhanakannya dengan membalikkan arah agar tips ini mudah difahami. Intinya begini, saat sedang kecewa pada satu hal, aq selalu membuang wajah, fikiran, bahkan anggota badanku kearah dimana Tuhan banyak memberiku kebahagiaan. Kata yang dengan pasti bisa mewakilkan tips ini adalah “syukur”, saat sedang keceewa karena client membatalkan perjanjian, aq memilih untuk mensyukuri client yang kemudian datang untuk menawarkan pekerjaan baru.
Kawan, kecewa itu sama seperti bumbu dalam masakan, jangan memasukkan nya terlalu berlebihan dan tidak sesuai takaran, karena akibatnya bisa keracunan dan sering-sering nengok jamban  hehehe.

“Jadi boleh donk kecewa?”,

 ya boleh…, karena dengan mengenal rasa kecewa kita akan kemudian berjumpa dengan rasa syukur (itu kalo kita mampu memutar arah kita). Tapi sekali lagi jangan merasakannya terlalu lama, karena rasa apapun yang ingin kita rasakan dan singkirkan adalah murni hak prerogative kita, bahkan presiden gak punya hak untuk melarang kita memilih rasa apa yang mau kita cicipi….mantaps kan !!!

balik lagi soal kesyukuran, ia sangat mudah ditemukan kawan, semudah menarik nafas dan menghembuskannya. Jadi sa’at dirimu sedang kecewa, tariklah nafas yang dalam dan hembuskan perlahan, dan ucapkan perkataan penuh kesyukuran dan saksikanlah keajaiban….bahwa kekecewaanmu akan menghilang …aaamiiin.

Selamat bernafas gratis kawan, seperti yang aq tuliskan didepan …seharusnya kesyukuran berjumlah sama dengan setiap tarikan dan hembusan nafas kita.
Selamat menjadi pribadi yang pandai mensyukuri apa yang sudah kita punyai. Mari saling mengingatkan !!!!

Sitti Nafsiah Binti Arsyad yang sudah tak kecewa ^^
Baca Kelanjutannya... »»  

4.10.2012

bisa kah disederhanakan ???


Selamat bernafas gratis kawan

dan andai saja Presiden bisa berfikir sesederhana bunda q ^_^

Asap kawan…..kelabu nyaris kehitaman, sudah dapat ditebak  lagi ada aksi bakar2an mas bro…wah kayaknya enak nih kalo ada yg nyumbang ayam atau jagung….wkwkkwwkw …iya enak tar rasanya ayam goreng ban luar ama jagung bakar saos ban dalam….hiii syerem.

Sore ini, setelah sekian lama tidak lagi turun kejalan untuk aksi aksi pro rakyat, wanita imut nan manis ini menyempatkan diri menengok alias tidak sengaja harus menengok ke arah kumpulan masa yang tidak semuanya berwajah teduh (ada puun nya kali yee J). Teriakan-teriakan lantang meminta tuntutan demi tuntutan di penuhi. Yah , yang muda yang masih bergelora, berharap para generasi muda ini faham dengan apa yang mereka perjuangkan ^_^. Hmm…bingung mau lewat mana, khawatir dicegat dan dimintai foto bareng serta tanda-tangan dari para demonstran ..hhaahahah. eh, ada pak pol lagi berdiri dibelakang, maka bertanyalah tentang kepastian jalan mana yang harus sayah tempuh, pak pol yang cukup senior itu (menunjukkan bahwa saya tidak memilih usia untuk bertanya …hohoho opo toh) kemudian dengan berwibawa menunjukkan arah kiri untuk daku ambil.

Hmm… mengasyikkan juga melenggang perlahan dijalan raya yang biasa disesaki kendaraan ^_^. Berjalan lurus kedepan, sambil sesekali menajamkan pendengaran, mencoba menangkap luapan emosi dan kemarahan dari para mahasiswa Kalimantan ini. Yah tuntutan yang sama agar harga BBM tidak jadi dinaikkan, dan Pak Pres dengan ikhlas turun dari jabatan.

Meneruskan perjalanan menuju tujuan utama, Gramedi Mal Lembuswana. Pemandangan yang lagi-lagi tak biasa… mal ditengah kota itu lengang….sangat lengang malah. Yah, para pengunjung harus ikhlas gak bias shopping selama beberapa jam karena akses jalan yang ditutup dan sebagian lagi dialihkan.

Sejenak menghabiskan waktu di toko buku, melupakan hawa panas diluar gedung. Ah hamper kalap lagi, untung sudah menguatkan azzam untuk membeli hanya yang sudah di budgetkan…heheheh.
Kawan, keluar dari mall ternyata aksinya belom kelar..wah betah juga ya, malah terasa lebih hangat (alias puanaas). Hasrat hati pengen stay buat liat aksi, tapi apa daya titipan kelapa bunda tak bias ditunda hehehe.

Tiba dirumah, menonton berita bareng bunda, yang ditonton aksi lagi aksi lagi, lebih ganas dari yang tadi aku liat sendiri. Jadi inget kata-kata salah satu orator yang mungkin gerah dengan sebutan anarkis dari masyarakat yang tak empati terhadap aksi mereka, kira-kira begini bunyinya “lebih anarkis mana kami dengan kebijakan pemerintah dan SBY”…. Si imut ini langsung nyeletuk…emang lagi main sapa yang lebih anarkis ya ??? ah aq tak faham lah apa yang ada dibenak para demosntran itu hingga harus membakar, merubuhkan, mencabut, menggunting, mengecat (????) dan meng- meng yang lainnya di aksi mereka.  Kembali kerumah , si bunda yang memang boleh dibilang ‘talkactive’ kalo disederhanakan sih cerewet (sekarang tau kan aq dapt bakat ini dari siapa ???) mulai mengeluarkan opini-opini ala emak-emak… “repot amat pake demo,. Kedada harapan jua kada jadi naik bbm (pessimistic), coba es be ye tu, sudah melihat orang demi kek ini kada usah aja dinaikkan, tinggal bepadah “BBM Kada jadi naik ja” pina sulit banar, habis ampihan pang orang bedemo kalo inya bepadah kada jadi”. See, that simple! Solusi dari bunda q yang tak sempat mengenyam sekolah smp ini kawan.
Aq tersenyum dan berkata dalam hati, anda semua masalah ini bias diselesaikan sesederhana para ibu-ibu melihatnya ….:)

Selamat bernafas gratis kawan, kadang tidak perlu menjadi sulit dan complicated dalam penyelesaian sebuah masalah

Sitti Nafsiah Binti Arsyad
#Si Awam yang Sotoy
Baca Kelanjutannya... »»